<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Memahami Indonesia yang ‘Asing’:  Realitas Sosial-Budaya di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia</title>
	<atom:link href="http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/</link>
	<description>Untuk Indonesia yang Multikultural</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 05:09:56 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: doni alfarizky</title>
		<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/comment-page-1/#comment-105</link>
		<dc:creator>doni alfarizky</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 19:35:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fkai.org/?p=7#comment-105</guid>
		<description>kenapa yah di indonesia masalah tentang sosial tdak pernah usai-usai?kan harusnya sebelum kemiskinnan diberantas,mestinya pemerintah harus mengutamakan tentang permasalahan mengenai sosial.... Kan segala tindak kejahatan berawal dari gejala sosial yang terjadi di masyarakatnya......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa yah di indonesia masalah tentang sosial tdak pernah usai-usai?kan harusnya sebelum kemiskinnan diberantas,mestinya pemerintah harus mengutamakan tentang permasalahan mengenai sosial&#8230;. Kan segala tindak kejahatan berawal dari gejala sosial yang terjadi di masyarakatnya&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anak Bangsa</title>
		<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/comment-page-1/#comment-98</link>
		<dc:creator>Anak Bangsa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 13:24:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fkai.org/?p=7#comment-98</guid>
		<description>Membicarakan masalah perbatasan tidak bisa menggunakan satu aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi harus dibahas secara integral dan holistik. Oleh sebab itu apabila ada Instansi Pemerintah yang &quot;ngotot&quot; untuk menangani masalah perbatasan, maka patut dipertanyakan, pasti ada &quot;sisi kepentingan terselubung&quot;, adalah tidak benar apabila ada yang mengatakan bahwa illegal loging di perbatasan tidak signifikan dibanding dengan illegal loging di dalam wilayah NKRI, bila ada berkata seperti ini, patut dipertanyakan akurasi datanya, sebab pabrik kayu/sawmil di negara tetangga, semua bahan bakunya diambil/didatangkan dari Indonesia, saya bisa buktikan itu, di negara jiran itu berprinsif: &quot;di negaranya tidak ada barang haram, yang ada hanya pendatang haram&quot;, barang illegal yang datang dari negara Indonesia, mereka hanya mengenakan pajak saja, setelah proses pajak, barang tersebut menjadi legal. Berbeda sekali di Indonesia, bila ada barang negara tetangga masuk secara illegal, diproses mati-matian, tanpa ampun (karena anggpou sedikit), dst. Bila kita mau membicarakan masalah perbatasan... marilah kita bangun bangsa Indonesia dari Sabang - Marouke dan dari Pulau Miangas - Pulau Rote secara adil dan merata, jangan hanya slogan tanpa kenyataan, kita harus membangun Infrastruktur jalan, komunikasi, pemerintahan secara merata, sehingga semua WNI baik diperbatasan maupun dimana saja berada merasa &quot;telah menikmati kemerdekaan&quot;, bukan sebaliknya. Jujur saja saya sebagai WNI pembangunan bangsa Indonesia tidak merata, masih terpokus di Jawa saja, beda jauh di luar Jawa terutama di perbatasan. Maka para petinggi NKRI berpikir dan berbuat secara adil dan merata terhadap pembangunan bangsa ini, supaya tidak terjadi atau ada niat-niat daerah itu &quot;berpisah&quot;  atau disintegrasi bangsa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membicarakan masalah perbatasan tidak bisa menggunakan satu aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi harus dibahas secara integral dan holistik. Oleh sebab itu apabila ada Instansi Pemerintah yang &#8220;ngotot&#8221; untuk menangani masalah perbatasan, maka patut dipertanyakan, pasti ada &#8220;sisi kepentingan terselubung&#8221;, adalah tidak benar apabila ada yang mengatakan bahwa illegal loging di perbatasan tidak signifikan dibanding dengan illegal loging di dalam wilayah NKRI, bila ada berkata seperti ini, patut dipertanyakan akurasi datanya, sebab pabrik kayu/sawmil di negara tetangga, semua bahan bakunya diambil/didatangkan dari Indonesia, saya bisa buktikan itu, di negara jiran itu berprinsif: &#8220;di negaranya tidak ada barang haram, yang ada hanya pendatang haram&#8221;, barang illegal yang datang dari negara Indonesia, mereka hanya mengenakan pajak saja, setelah proses pajak, barang tersebut menjadi legal. Berbeda sekali di Indonesia, bila ada barang negara tetangga masuk secara illegal, diproses mati-matian, tanpa ampun (karena anggpou sedikit), dst. Bila kita mau membicarakan masalah perbatasan&#8230; marilah kita bangun bangsa Indonesia dari Sabang &#8211; Marouke dan dari Pulau Miangas &#8211; Pulau Rote secara adil dan merata, jangan hanya slogan tanpa kenyataan, kita harus membangun Infrastruktur jalan, komunikasi, pemerintahan secara merata, sehingga semua WNI baik diperbatasan maupun dimana saja berada merasa &#8220;telah menikmati kemerdekaan&#8221;, bukan sebaliknya. Jujur saja saya sebagai WNI pembangunan bangsa Indonesia tidak merata, masih terpokus di Jawa saja, beda jauh di luar Jawa terutama di perbatasan. Maka para petinggi NKRI berpikir dan berbuat secara adil dan merata terhadap pembangunan bangsa ini, supaya tidak terjadi atau ada niat-niat daerah itu &#8220;berpisah&#8221;  atau disintegrasi bangsa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudy Haryanto</title>
		<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/comment-page-1/#comment-61</link>
		<dc:creator>Rudy Haryanto</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 18:13:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fkai.org/?p=7#comment-61</guid>
		<description>Sebuah karya yang sangat mengesankan.
Anda benar-benar menjaga netralitas emosi dalam tulisan anda. Sangat inspiratif dan membuat saya sedikit lebih memahami realita dari sudut pandang yang belum pernah saya jangkau..
terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah karya yang sangat mengesankan.<br />
Anda benar-benar menjaga netralitas emosi dalam tulisan anda. Sangat inspiratif dan membuat saya sedikit lebih memahami realita dari sudut pandang yang belum pernah saya jangkau..<br />
terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudy Haryanto</title>
		<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/comment-page-1/#comment-59</link>
		<dc:creator>Rudy Haryanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 06:18:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fkai.org/?p=7#comment-59</guid>
		<description>Salam,,,

Terus terang, melihat sebuah konflik dari sudut pandang yang lain membutuhkan keterbukaan hati serta pelepasan kepercayaan sempit mengenai konflik yang selama ini disuguhkan kepada masyarakat oleh berbagai media.
Andai saja rakyat kedua negara bisa membuka hati, serta tidak adanya kepentingan dari beberapa oknum.
konflik akan sangat sulit terjadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,,,</p>
<p>Terus terang, melihat sebuah konflik dari sudut pandang yang lain membutuhkan keterbukaan hati serta pelepasan kepercayaan sempit mengenai konflik yang selama ini disuguhkan kepada masyarakat oleh berbagai media.<br />
Andai saja rakyat kedua negara bisa membuka hati, serta tidak adanya kepentingan dari beberapa oknum.<br />
konflik akan sangat sulit terjadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dessy pratiwi</title>
		<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/comment-page-1/#comment-49</link>
		<dc:creator>dessy pratiwi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 08:31:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fkai.org/?p=7#comment-49</guid>
		<description>Walau hidup di daerah &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://indopedia.gunadarma.ac.id&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Perbatasan Indonesia Malaysia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; semoga kesejakteraan mereka tidak diperbatasan juga y dan pemerintah bisa lebih memperhatikan mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Walau hidup di daerah <b><a href="http://indopedia.gunadarma.ac.id" rel="nofollow">Perbatasan Indonesia Malaysia</a></b> semoga kesejakteraan mereka tidak diperbatasan juga y dan pemerintah bisa lebih memperhatikan mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rekonseptualisasi Keamanan Perbatasan di Indonesia &#171; SSU #3 &#124; Juli 2009</title>
		<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/comment-page-1/#comment-20</link>
		<dc:creator>Rekonseptualisasi Keamanan Perbatasan di Indonesia &#171; SSU #3 &#124; Juli 2009</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 15:03:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fkai.org/?p=7#comment-20</guid>
		<description>[...] (Forum Kajian Antropologi Indonesia), Memahami Indonesia yang ‘Asing’: Realitas Sosial-Budaya di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia, diakses dari http://fkai.org/ pada 28 Juni [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] (Forum Kajian Antropologi Indonesia), Memahami Indonesia yang ‘Asing’: Realitas Sosial-Budaya di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia, diakses dari <a href="http://fkai.org/" rel="nofollow">http://fkai.org/</a> pada 28 Juni [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andibelaka</title>
		<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/comment-page-1/#comment-13</link>
		<dc:creator>andibelaka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 01:13:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fkai.org/?p=7#comment-13</guid>
		<description>pemkab,pemkot,pemprov maupun pusat menyelengarakan suatu acara atau seminar atau pertemuan antar negara sekali didaerah pebatasan, maupun event olah raga shg gaung wilayah perbatasan banyak diketahui oleh masyarakat sendiri atau negera lain, dan masyarakat secara tdk langusng ikut menjaga perbatasan, dan pulau-pulau terkecil diperbatasan harus dijaga dgn penenpatan TNI,polisi dan masyarakat,pemkab,pemprov harus membantu,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pemkab,pemkot,pemprov maupun pusat menyelengarakan suatu acara atau seminar atau pertemuan antar negara sekali didaerah pebatasan, maupun event olah raga shg gaung wilayah perbatasan banyak diketahui oleh masyarakat sendiri atau negera lain, dan masyarakat secara tdk langusng ikut menjaga perbatasan, dan pulau-pulau terkecil diperbatasan harus dijaga dgn penenpatan TNI,polisi dan masyarakat,pemkab,pemprov harus membantu,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: puspoaarti</title>
		<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/comment-page-1/#comment-12</link>
		<dc:creator>puspoaarti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 00:59:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fkai.org/?p=7#comment-12</guid>
		<description>nelayan wilayah perbatasan spt tarakan,nunukan,malinau polisi, TNI harus menbantu mereka dlm mencari nafkah diperair sendiri dgn mengawalnya tingkat pertahanan, terutama laut udara dan darat, patroli harus rutin, tingkatkan anggaran pertahanan luntuk batas wilayah, dan juga harus mempunyai pengawan melalui satelit, ambalat punya indonesia,

Pengusaha Indonesia disarankan dan dimudahkan mengembangkan usaha perekonomian diwilayah perbatasan, pengusaha negara tetangga harus dibatasi, untuk menghindari konflik perbatasan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nelayan wilayah perbatasan spt tarakan,nunukan,malinau polisi, TNI harus menbantu mereka dlm mencari nafkah diperair sendiri dgn mengawalnya tingkat pertahanan, terutama laut udara dan darat, patroli harus rutin, tingkatkan anggaran pertahanan luntuk batas wilayah, dan juga harus mempunyai pengawan melalui satelit, ambalat punya indonesia,</p>
<p>Pengusaha Indonesia disarankan dan dimudahkan mengembangkan usaha perekonomian diwilayah perbatasan, pengusaha negara tetangga harus dibatasi, untuk menghindari konflik perbatasan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: puspoaarti</title>
		<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/comment-page-1/#comment-11</link>
		<dc:creator>puspoaarti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 00:49:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fkai.org/?p=7#comment-11</guid>
		<description>P.sebatik &amp;sepadan mjd pelajaran, disini pemprov,pemkab atau pemkot jg hrs berperan penting, menjg perbatasan, didaaerah terpencil perbatasan harus tahu mana2 Pulaunya ,mana darat, dan dikembangkan daerahnya, kembang usaha2 lyg mensejahterakan rakyat. shg pemrth pst jg terbantu, ngr lain lihat setuasi politik kurang aman, lg goncang-goncing mereka mulai pasang aksi, krn repot politik perbatasan wilayah sedikit terabaikan. jg keutuhan wilayah,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>P.sebatik &amp;sepadan mjd pelajaran, disini pemprov,pemkab atau pemkot jg hrs berperan penting, menjg perbatasan, didaaerah terpencil perbatasan harus tahu mana2 Pulaunya ,mana darat, dan dikembangkan daerahnya, kembang usaha2 lyg mensejahterakan rakyat. shg pemrth pst jg terbantu, ngr lain lihat setuasi politik kurang aman, lg goncang-goncing mereka mulai pasang aksi, krn repot politik perbatasan wilayah sedikit terabaikan. jg keutuhan wilayah,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusran Darmawan</title>
		<link>http://fkai.org/2009/03/04/memahami-indonesia-yang-%e2%80%98asing%e2%80%99-realitas-sosial-budaya-di-wilayah-perbatasan-indonesia-malaysia/comment-page-1/#comment-9</link>
		<dc:creator>Yusran Darmawan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 07:15:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fkai.org/?p=7#comment-9</guid>
		<description>saya ingin sekali ikut acara ini. kapan ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin sekali ikut acara ini. kapan ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

