Kain Tenun Ikat: Adat Istiadat Sumba

Kain Tenun Ikat: Adat Istiadat Sumba

Kain merupakan sumber kebutuhan utama dan tidak ada habisnya selama tradisi atau adat setempat masih dilakukan. Kain-kain Sumba khususnya ditampilkan di dalam upacara-upacara adat, upacara perkawinan, dan upacara kematian. Dalam suatu upacara kematian golongan bangsawan atau raja, adalah suatu keharusan untuk menghimpun berpuluh bahkan beratus kain Sumba yang akan menyertai arwah mereka di alam baka. Jika yang meninggal adalah raja maka sekitar 100 sampai 200 helai kain hinggi dan lau akan dikuburkan bersama jenazahnya. Jika yang meninggal adalah pemimpin di bawah raja, maka diperlukan sekitar 40 sampai 50 helai kain tenun untuk disertakan ke dalam kubur.

Tulisan ini pernah dipaparkan oleh SONNY  MUCHLISON M Sn pada diskusi dalam rangkain kegiatan Tenun Ikat Sumba: Warisan Budaya Yang Menembus Zaman, Kamis, 17 Oktober 2013, Museum Tekstil Jakarta.

Previous Mamuli: Perhiasan yang menjadi motif kain tenun ikat Sumba
Next SIARAN PERS: Antropolog Minta Presiden Akhiri Intoleransi

You might also like

Gaya Hidup

Dinamika Kain Tenun Tradisional Sumba

Dinamika  Kain  Tenun  Tradisional  Sumba oleh : Purwadi  Soeriadiredja   Kaum wanita di Pulau Sumba (Nusa Tenggara Timur) menghasilkan seni kerajinan berupa kain tenun yang dikenal dengan sebutan “Kain Sumba”.

Plesir

Napak Tilas Kejayaan Batavia

KAWASAN KOTA TUA Napak Tilas Kejayaan Batavia Terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, tempat sejarah awal berdirinya Kota Jakarta. Pada awalnya bernama Sunda Kelapa, yang merupakan pelabuhan Kerajaan Pajajaran. Setelah

Gaya Hidup

Koentjaraningrat: Masyarakat Modern

Koentjaraningrat: Masyarakat Modern oleh Ben White Kita harus menempatkan Pak Koen dan tulisannya pada zaman itu Apa itu moderenitas? Modern itu apa sebenarnya artinya? orang-orang kaya baru di jakarta secara

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply