Koentjaraningrat Memorial Lectures XV/2018: INTEGRASI NASIONAL DAN ANCAMAN YANG DIHADAPI

Sejak awal kemerdekaan, Indonesia sudah sering menghadapi berbagai ancaman disintegrasi. Merespon kenyataan sejarah ini, Prof. Koentjaraningrat, guru besar pertama antropologi Indonesia, memandang penting hadirnya integrasi nasional dalam proses yang terus berlangsung melalui transformasi kebudayaan yang memperkuat kesatuan bangsa dengan tetap mempertahankan eksistensi kebudayaan-kebudayaan sukubangsa.

Koentjaraningrat Memorial Lecture kali ini menghadirkan Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, MA, yang akan menelaah tesis Prof. Koentjaraningrat tersebut. Guru Besar Antropologi UGM ini juga akan menjawab pertanyaan, apakah ancaman disintegrasi itu nyata ada atau hanya ilusi akibat paranoia kolektif yang tengah melanda bangsa.

Tempat dan Waktu

  • Bentara Budaya Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018, Pkl 14:00 – 17:00
  • Bentara Budaya Yogyakarta, Rabu, 31 Oktober 2018, Pkl 19:00 – 22:00

 

Pembicara

Prof Dr Heddy Shri Ahimsa-Putra, MA

Guru Besar Antropologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

 

 

Penyelenggara

Forum Kajian Antropologi Indonesia (FKAI), Bentara Budaya Jakarta dan Bentara Budaya Yogyakarta

 

Informasi

Bintang Y Soepoetro, 08129484957

bintang@fkai.org, yayasan.fkai@gmail.com

fkai.org

FORUM KAJIAN ANTROPOLOGI INDONESIA

Forum Kajian Antroplogi Indonesia (FKAI) adalah sebuah yayasan yang bertujuan ikut mengembangkan antropologi dan kajian budaya Indonesia. Didirikan oleh sejumlah antropolog dari berbagi perguruan tinggi di Indonesia dan sarjana antropologi yang berkarya di luar lembaga perguruan tinggi dan instansi pemerintah.

KOENTJARANINGRAT MEMORIAL LECTURES

Koentjaraningrat Memorial Lectures (KML) merupakan acara diskusi panel yang diselenggarakan untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Prof. Koentjaraningrat, perintis dan pengembang pertama antropologi di Indonesia. KML merupakan agenda kegiatan tahunan FKAI yang sudah dilaksanakan sejak lembaga nirlaba ini resmi berdiri pada tahun 2004. Tema yang diangkat dalam acara diskusi yang juga merupakan kuliah umum ini biasanya terkait dengan masalah-masalah  aktual yang tengah dihadapi bangsa

Previous Koentjaraningrat Memorial Lecture XIV/2017: MASA DEPAN KEBINEKAAN INDONESIA
Next Kuliah Publik Antropologi - Integrasi Nasional dan Ancaman yang Dihadapi

You might also like

KML2017

Dari Multikulturalisme Kolonial ke Kolonialisme Multikultural

Dari Multikulturalisme Kolonial ke Kolonialisme Multikultural Oleh Hilmar Farid Di Indonesia sendiri, politik kemajemukan budaya sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak era kolonial. Kolonialisme Belanda dibangun di atas dasar pertimbangan

KML

Koentjaraningrat Memorial Lectures XII/2015: NARKOBA, SEKSUALITAS DAN POLITIK

KOENTJARANINGRAT MEMORIAL LECTURES XII/2015 Narkoba, Seksualitas dan Politik Kamis, 15 Oktober 2015, 09.00 – 15.00 Auditorium Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia Latar Belakang Februari 2015 lalu, situs berita Kompas.com mengutip

Tenun

Tenun Maluku Tenggara: Evolusi Kain Tenun dalam Komposisi Warna

Gelar Karya Samuel Wattimena Tenun Maluku Tenggara: Evolusi Kain Tenun dalam Komposisi Warna     “Mimpi saya sederhana. Mereka yang mempunyai keahlian menenun sebaiknya dimaksimalkan. Ini karunia Tuhan. Jika sudah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply