Seni pertunjukan Bali pengaruh dari kebudayaan Tionghoa


SENI PETUNJUKAN BALI

Seni pertunjukan Bali yang mendapat pengaruh dari kebudayaan Tionghoa

1.    Tari Baris Cina
Seni tari ini terlihat dari tata busana, gerakan gerakan tari dan musik pengiringnya mendapat pengaruh Tiongkok. Pakaian yang mereka kenakan terdiri dari celana panjang, baju panjang lengan panjang dengan selempang kain sarung (seperti pendekar), bertopi caping, berkaca mata hitam dan memakai pedang. Gerakan tari menyerupai gerakan pencak silat. Tarian ini dipentaskan dalam upacara Dewa Yadnya diiringi gamelan Gong Bheri (gong tanpa moncol). Menurut hikayat tarian mengambil gambaran pasukan Juragan Tiongkok yang datang dari Jawa. Tarian Baris Cina ini hanya ditemukan di daerah Renon, Sanur.

2.    Barong Landung
Barong ini berbeda dengan barong barong lain, karena barong ini wujudnya bukanlah binatang melainkan manusia dan berpasangan, terdiri dari Ratu Lanang/ Barong Landung Laki dan Ratu Luh/ Barong Landung Perempuan. Barong ini sangat besar ukurannya dan tinggi (menyerupai ondel ondel Betawi). Ratu Lanang wajahnya snagat menakutkan, mukanya hitam dengan gigi keluar, sedangkan Ratu Luh berupa perempuan tua seperti perempuan Cina. Selain dua tokoh itu ada tokoh tokoh lain dalam tarian Barong Landung, seperti Mantri, Galur, Limbur dan sebagainya tergantung daerah yang menarikannya. Dalam pementasannya Barong Landung mengambil lakon Arja.
Didaerah Tabanan Barong Kendengklong sejenis Barong Landung yang dipertunjukkan hanya pada upacara Ngaben saja. Ada juga Barong Sae yang mirip dengan Barongsai Tiongkok, hanya berbentuk Macan

3.    Sendratari Sampik Ingtai
Tarian yang diciptakan oleh I Wayan Dibia pada tahun 1977, berdasarkan cerita Tiongkok Sampek Ingtay, sebuah cerita yang amat populer di daerah Bali, selain dramatari Arja dan Drama Gong. Sendratari ini pertama kali dipentaskan di Singapura diiringi Gong Kebyar.

4.    Gamelan Angklung
Angklung adalah gamelan berlaras slendro, tergolong barungan madya yang dibentuk oleh instrument berbilah dan pencon dari Krawang, ditambah bambu klocok yang berukuran kecil. Bentuknya relatif kecil dan ringan, sehingga mudah dimainkan sambil berprosesi. Gamelan ini digunakan sebagai pengiring upacara Pitra Yadnya (Ngaben). Penggunaan angklung karena pengaruh Tiongkok di Bali yang mengunakan alat musik ini dalam upacara penguburan mereka. Gamelan Angklung Gebyar dimainkan untuk mengiringi tarian tarian yang berhubungan dengan upacara dewa Yadnya.

Sumber Tulisan:
“Selayang Pandang Seni pertunjukan Bali oleh I Wayan Dibia, diterbitkan oleh Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia bekerja sama dengan Ford Foundation, 1999”.

Sumber Video:
Tari Baris Cina :https://www.youtube.com/watch?v=GVVIB6vFjIw
Barong Landung :https://www.youtube.com/watch?v=3gUPQJoou2o
Sendratari Sampik Ingtai :https://www.youtube.com/watch?v=zIN6e2ozoXo
Gamelan Angklung Bali  :https://www.youtube.com/watch?v=EFmypr9CUKU

Previous Peranakan Tionghoa Indonesia
Next Peranakan Historical Timeline

You might also like

Etnologi

Kampung Tionghoa Pertama di Jakarta

Kampung Tionghoa Pertama di Jakarta Dijumpai ketika armada VOC pertama kali singgah di bandar Jayakarta, 13 November 1596, terletak di sisi timur kali Ciliwung. Kepala kampung disebut Nakhoda Watting, Komunitas

Tenun

Dinamika Kain Tenun Tradisional Sumba

Dinamika  Kain  Tenun  Tradisional  Sumba oleh : Purwadi  Soeriadiredja   Kaum wanita di Pulau Sumba (Nusa Tenggara Timur) menghasilkan seni kerajinan berupa kain tenun yang dikenal dengan sebutan “Kain Sumba”.

Etnologi

UMA: Rumah Adat Sumba

UMA: Rumah Adat Sumba Rumah di Sumba disebut uma,  merupakan tempat tinggal keluarga yang dihuni oleh satu keluarga batih atau lebih. Salah satu tiang uma merupakan tiang pokok yang berfungsi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply