Geger Riyanto: Kesenjangan dan Kebencian dalam Relasi antar-Kelompok di Indonesia

 

Abstrak
Kesenjangan dan Kebencian dalam Relasi antar-Kelompok di Indonesia

Dalam presentasi ini, saya ingin berargumentasi bahwa identitas, tradisi, atribut kultural bukanlah warisan paripurna dari masa silam. Ia merupakan representasi diri yang muncul kala satu kelompok membandingkan dirinya dan derajatnya dengan kelompok lain dalam konteks tertentu. Kebencian maupun kekerasan atas nama kebudayaan, dengan demikian, tak bisa dijelaskan semata sebagai sesuatu yang mencuat dari kepercayaan yang keliru—sebagaimana yang lazim dijelaskan sejumlah cendekiawan. Sebaliknya, ia mulus menyeruak dan memperoleh pembenarannya ketika satu kelompok merasa terancam, terkangkangi oleh keberadaan yang lain. Citra kesenjangan terbukti senantiasa menjadi legitimasi ampuh dari kekerasan terhadap yang lain. Dalam hal ini, upaya mencegah konflik, kekerasan, serta intoleransi etnoreligius tak bisa semata digulirkan dengan menyemai toleransi melainkan juga memastikan keadilan sosial yang terjamin untuk pihak-pihak yang ada.

Biodata singkat

Geger Riyanto merupakan peneliti di Forum Kajian Antropologi Indonesia. Ia juga bergiat di Koperasi Riset Purusha serta mengajar mata kuliah “Konstruktivisme” dan “Filsafat Sosial” di Universitas Indonesia. Artikel-artikelnya telah terbit di sejumlah jurnal nasional dan buku. Ia menulis secara rutin kolom di berbagai media.

Previous Koentjaraningrat: Perubahan kebudayaan
Next Yudi Latif: Pancasila Ideologi Influsif Kemajemukan Indonesia

You might also like

KML

PERAN INDONESIA DAN ANTISIPASI KULTURAL DALAM PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

Dr. Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir atau lebih dikenal Dr. Kartini Sjahrir, adalah Penasihat Senior Bidang Perubahan Iklim di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Republik Indonesia. Ia juga representasi Indonesia

Agenda

Pendidikan Nasional dan Kearifan Timur: Menimbang Paradigma Alternatif dalam Pembentukan Karakter Bangsa

Koentjaraningrat Memorial Lecture X/2013 Pendidikan Nasional dan Kearifan Timur: Menimbang Paradigma Alternatif dalam Pembentukan Karakter Bangsa Sebagai bangsa yang menganggap berbudaya timur, pemahaman mengenai Filsafat Timur cukup asing bagi masyarakat.

KML2017

[MAKALAH] Koentjaraningrat Memorial Lectures XIII/2017: KEMAJEMUKAN DAN KEADILAN

[MAKALAH] Koentjaraningrat Memorial Lectures XIII/2017: KEMAJEMUKAN DAN KEADILAN Pembicara Pembicara Kunci: Hilmar Farid, Ph.D., Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kemajemukan dan Keadilan. Unduh: KML 2017_Makalah_Hilmar Farid_Kemajemukan dan Keadilan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply