Geger Riyanto: Kesenjangan dan Kebencian dalam Relasi antar-Kelompok di Indonesia

Abstrak
Kesenjangan dan Kebencian dalam Relasi antar-Kelompok di Indonesia
Dalam presentasi ini, saya ingin berargumentasi bahwa identitas, tradisi, atribut kultural bukanlah warisan paripurna dari masa silam. Ia merupakan representasi diri yang muncul kala satu kelompok membandingkan dirinya dan derajatnya dengan kelompok lain dalam konteks tertentu. Kebencian maupun kekerasan atas nama kebudayaan, dengan demikian, tak bisa dijelaskan semata sebagai sesuatu yang mencuat dari kepercayaan yang keliru—sebagaimana yang lazim dijelaskan sejumlah cendekiawan. Sebaliknya, ia mulus menyeruak dan memperoleh pembenarannya ketika satu kelompok merasa terancam, terkangkangi oleh keberadaan yang lain. Citra kesenjangan terbukti senantiasa menjadi legitimasi ampuh dari kekerasan terhadap yang lain. Dalam hal ini, upaya mencegah konflik, kekerasan, serta intoleransi etnoreligius tak bisa semata digulirkan dengan menyemai toleransi melainkan juga memastikan keadilan sosial yang terjamin untuk pihak-pihak yang ada.
Biodata singkat
Geger Riyanto merupakan peneliti di Forum Kajian Antropologi Indonesia. Ia juga bergiat di Koperasi Riset Purusha serta mengajar mata kuliah “Konstruktivisme” dan “Filsafat Sosial” di Universitas Indonesia. Artikel-artikelnya telah terbit di sejumlah jurnal nasional dan buku. Ia menulis secara rutin kolom di berbagai media.
You might also like
Koentjaraningrat Memorial Lecture XVI/2019 : PERUBAHAN IKLIM DAN ANTISIPASI PERILAKU BUDAYA UNTUK MASA DEPAN
Dalam kuliah umum ini, dua pembicara akan menyampaikan pandangan masing-masing tentang krisis iklim yang tengah terjadi. Para pembicara diharapkan menyampaikan paparan yang bersifat dialogis, yang memperlihatkan paradoks, kontras, ironi, hambatan,
Hilmar Farid: The Challenge of Reform under the Jokowi Presidency
The Challenge of Reform under the Jokowi Presidency Abstract While it is a cliché to say any reform faces a multitude of challenges that cannot be reduced to one single
Koentjaraningrat Memorial Lectures XV/2018: INTEGRASI NASIONAL DAN ANCAMAN YANG DIHADAPI
Sejak awal kemerdekaan, Indonesia sudah sering menghadapi berbagai ancaman disintegrasi. Merespon kenyataan sejarah ini, Prof. Koentjaraningrat, guru besar pertama antropologi Indonesia, memandang penting hadirnya integrasi nasional dalam proses yang terus



0 Comments
No Comments Yet!
You can be first to comment this post!