Merawat Tubuh Bangsa: Refleksi Peranan Komunitas dalam Pembangunan

KOENTJARANINGRAT MEMORIAL LECTURES XXII/2025

Selasa, 2 Desember 2025 Pukul 09.00-12.00 WIB, Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP, Universitas Indonesia

Koentjaraningrat Memorial Lectures (KML) tahun ini bertujuan merefleksikan peran dan posisi antropolog Indonesia di tengah program-program pembangunan yang semakin mengintegrasikan manusia dan komunitasnya ke dalam logika teknokratik. Kali ini kami menawarkan konsep care menjadi kunci untuk membaca ulang sejarah keterlibatan antropolog dalam program pembangunan. Care memberi bahasa baru bagi tradisi panjang antropologi Indonesia yang sejak awal berakar pada praktik lapangan, kerja kedekatan, dan tanggung jawab sosial terhadap komunitas yang didampinginya. Jika dulu antropologi berkontribusi pada membangun manusia dalam kerangka teknokratik pembangunan, kini tantangannya adalah bagaimana “merawat tubuh bangsa”, menjaga kehidupan sosial, ekologis, dan moral bangsa melalui etika perawatan (ethic of care) yang lahir dari kedekatan, empati, dan tanggung jawab.

“Tubuh bangsa” menjadi medan intervensi: manusia dipandang sebagai aset pembangunan ketika berhasil, atau sebagai beban ketika gagal. Tema “Merawat Tubuh Bangsa” mengajak kita meninjau kembali warisan Koentjaraningrat tentang mentalitet pembangunan, serta mendiagnosis bagaimana logika pembangunan hari ini dijalankan, dikritik, dan diimajinasikan ulang melalui antropologi.

Koentjaraningrat Memorial Lecture XXII/2025 kali ingin berupaya untuk mengajukan refleksi kritis dan etis: bagaimana antropolog memahami dan bekerjasama dengan komunitas masyarakat yang menjadi subyek risetnya dalam upaya pembangunan? Sehingga, etnografi perlu dibayangkan kembali sebagai alat pembebasan, sebuah cara untuk “merawat” tubuh sosial bangsa.

Pendaftaran: https://bit.ly/daftar_KML2025 – Info: info@fkai.org, +628129484957

Pembicara:

  1. Dr. Scott Guggenheim – Antropolog dan teknokrat; pelaku kunci dalam proyek PNPM dan pembangunan berbasis masyarakat. Kini beliau aktif sebagai Director of Policy Labs di Georgetown University. Fokus:   Refleksi   atas   pengalaman   keterlibatan   antropolog   dalam   desain   kebijakan pembangunan.
  2. Dr. Mia Siscawati – Antropolog dan aktivis; Pengajar Program Studi Kajian Gender
    Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia. Fokus: Membaca dinamika dan variasi ruang kerja antropolog (akademik, NGO, advokasi), serta isu keberpihakan dan etika dalam praktik antropologi terapan.
  3. Dr. Hestu Prahara – Antropolog dan Pengajar Antropologi tentang Pembangunan
    Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia
    Fokus:  Analisis  etnografis  tentang  logika  teknokratik  dan  beban  antropologi  terapan  di Indonesia.

Moderator: Iwan Meulia Pirous, MA. Pegiat Forum Kajian Antropologi Indonesia

Penyelenggara: Forum  Kajian  Antropologi  Indonesia  (FKAI)  bersama  Departemen  Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,  Universitas Indonesia

Didukung oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) – Fullbright Indonesia

Previous TIONGHOA MEDAN oleh Mariana Makmur
Next Rumusan Koentjaraningrat Memorial Lectures XII/2025

You might also like

KML

Koentjaraningrat Memorial Lectures XII/2015: NARKOBA, SEKSUALITAS DAN POLITIK

KOENTJARANINGRAT MEMORIAL LECTURES XII/2015 Narkoba, Seksualitas dan Politik Kamis, 15 Oktober 2015, 09.00 – 15.00 Auditorium Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia Latar Belakang Februari 2015 lalu, situs berita Kompas.com mengutip

KML

Materi Kuliah Umum Prof. Dr. Sulistyowati Irianto – DILEMA INTELEKTUAL DI MASA GELAP DEMOKRASI: TAWARAN JALAN KEBUDAYAAN

Kuliah Umum Koentjaraningrat Memorial Lecture XXI/2024 telah berlangsung pada Senin 3 Juni 2024 di Auditorium Mochtar Riady, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia oleh Prof. Dr. Suiltyowati Irianto.

Agenda

PENGARUH KEBUDAYAAN PERANAKAN PADA CORAK HIAS BATIK PESISIRAN

PENGARUH KEBUDAYAAN PERANAKAN PADA CORAK HIAS BATIK PESISIRAN Oleh: Notty J Mahdi Forum Kajian Antropologi Indonesia Museum Tekstil, 21 Maret 2017 Batik Pesisiran adalah batik yang dihasilkan di daerah pesisir

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply