UMA: Rumah Adat Sumba
UMA: Rumah Adat Sumba

Rumah di Sumba disebut uma, merupakan tempat tinggal keluarga yang dihuni oleh satu keluarga batih atau lebih. Salah satu tiang uma merupakan tiang pokok yang berfungsi sebagai tempat pemujaan atau penghormatan kepada arwah nenek moyang atau leluhur (Marapu). Rumah mempunyai arti penting sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda suci, barang berharga, dan barang pusaka yang diwariskan secara turun-temurun seperti kain tenun, senjata kuno, alat-alat tenun , perhiasan dari manik-manik , porselen, dan perhiasan logam mas. Biasanya barang-barang berharga tersebut disimpan di dalam ruang bagian dalam atap rumah.
Tulisan ini pernah dipaparkan oleh SONNY MUCHLISON M Sn pada diskusi dalam rangkain kegiatan Tenun Ikat Sumba: Warisan Budaya Yang Menembus Zaman, Kamis, 17 Oktober 2013, Museum Tekstil Jakarta.
You might also like
Kampung Tionghoa Pertama di Jakarta
Kampung Tionghoa Pertama di Jakarta Dijumpai ketika armada VOC pertama kali singgah di bandar Jayakarta, 13 November 1596, terletak di sisi timur kali Ciliwung. Kepala kampung disebut Nakhoda Watting, Komunitas
Kain Tenun Ikat Sumba Sebagai Pembungkus Jenazah dan Bekal Kubur
Kain Tenun Ikat Sumba Sebagai Pembungkus Jenazah dan Bekal Kubur oleh : Purwadi Soeriadiredja Pembungkus jenazah pria terdiri dari kain-kain selimut yang dibawa oleh kaum kerabatnya, sedangkan untuk wanita terdiri
Diponegoro Dalam Sejarah Nasional Indonesia
Diponegoro Dalam Sejarah Nasional Indonesia oleh: Bondan Kanumoyoso Departemen Sejarah FIB UI Diantara para tokoh sejarah Indonesia dari awal abad 19, Diponegoro merupakan salah satu tokoh yang paling banyak mendapat


0 Comments
No Comments Yet!
You can be first to comment this post!